Kerupuk Pasir

Seperti inilah wujud kerupuk pasir bila dijual di pasaran.

Oleh-oleh khas

Kerupuk pasir, merupakan salah satu kerupuk khas Kediri. Tersedia rasa bawang, rasa rujak manis, rasa pedas manis, dan rasa gurih manis.

Krupuk Tahu

Krupuk yang terbuat dari tahu kediri. Tersedia dalam rasa terasi udang. Hmm, yummy.

Kerupuk Plompong Pedas

Kerupuk rasa pedas manis berbentuk pipa yang salah satu bahan bakunya dibuat dengan pasir.

Pemasok Krupuk

Kami kirim langsung produk yang anda minta dari pemasok di daerah tugurejo kab. Kediri dan dari daerah gringging kab. Kediri

Free Download Sony Vegas Pro 10

Saya berikan kepada pengunjung website ini gratis.

Komik Naruto Shippuden 650

Komik Naruto Shippuuden 650 bahasa Indonesia sudah dirilis.

New Video Film Naruto Shippuuden 334 Indonesia

Silahkan download dan ambil video film Naruto Shippuden terbaru berbahasa Indonesia gratis.

Saturday, 1 February 2014

BPR bank perkreditan rakyat (5)


2 Istilah penting dalam bank.

Ini lanjutan dari posting sebelumnya, dan sekarang ane teruskan ke topic selanjutnya, yaitu tentang 2 Istilah penting dalam bank.

Balik lagi ke BPR. Dalam sebuah BPR ada istilah realisasi. Sebenarnya si bukan cuman di bpr aja yang menggunakan istilah realisasi. Realiasasi sudah lumrah dan umum digunakan pada dunia perbankan. Realisasi kalo diterjemahkan secara arti kata adalah diwujudkan atau perwujudan. Kalo menurut saya, realisasi itu merupakan suatu kegiatan pencairan dana memberikan sejumlah dana kepada orang yang membutuhkan dana dengan menyetorkan jaminan dari orang yang mendapatkan dana tersebut. Ya seperti itulah realisasi, yaitu bank mengeluarkan dana sejumlah yang dibutuhkan nasabah, tentunya ada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari bank, tidak asal mengeluarkan aja.

 Kalo ada realisasi, biasanya yang paling senang selain nasabahnya, adalah account officernya. Account officer atau yang biasa disebut AO adalah orang yang tugasnya mencari orang utang. Jadi kalo Account officer melakukan realisasi, maka AO itu tadi akan mendapatkan komisi atas jerih payahnya mendapatkan nasabah yang mau utang di bank-nya. Biasanya AO itu ditarget. Sebulan harus mendapatkan nasabah yang mau utang di bank-nya sebanyak sekian pada jumlah tertentu. Sebenarnya bukan jumlah nasabahnya yang jadi patokan prestasi seorang AO. Tapi jumlah utangnya. Jadi meskipun AO mendapatkan nasabah yang ingin utang, tapi jumlah utang nasabah itu sudah cukup untuk menutupi target yang dibebankan ke AO, ya AO itu tinggal nyantai. Tapi kalo setiap bulan, pencapaian AO tersebut jauh dibawah target, misalnya setiap bulan gak ketemu orang yang pengen utang satu pun, maka AO itu, sulit untuk tidur. :D

nah, Biasanya target realisasi itu adalah awal bulan hingga pertengahan. Lha, nanti kalo sudah pertengahan bulan hingga akhir bulan, maka bank biasanya bank disibukkan dengan NPL. Begitulah seterusnya kerja suatu bank itu. Sederhana saja sebenarnya. Hanya menyalurkan saja, dan mendapatkan keuntungan yang besar.  Yang menjadikan rumit, saat bank disibukkan dengan NPL. Atau realiasasi di luar dari target. NPL tinggi tapi realisasi malah tidak ada dan terjadi setiap tahun, ya matilah bank itu.
Ada apa dengan NPL…?? Apa itu NPL…??

NPL merupakan singkatan dari Net Performing Low. Sebenarnya gak penting singkatan itu. Tapi yang penting adalah artinya. Bank yang NPL nya tinggi, berarti piutangnya juga tinggi. Karena npl adalah daftar orang yang nunggak, atau orang yang telat bayar utang, yang setiap bulannya disusun oleh suatu bank. Kalo dana di bank adalah 100 milyar, kemudian ada realisasi (penyaluran dana ke nasabah, berarti pengeluaran) sebanyak 50 milyar, maka setidaknya uang yang dibuat untuk realisasi sebanyak 50 milyar itu kembali 75 milyar pada tahun depan.

Artinya, manajemen pada bank tersebut, memprediksi uang yang masuk dari hasil pembayaran utang dari nasabah mereka adalah sebesar 75 milyar.  Itu semua digunakan untuk membayar gaji pegawai, biaya listrik, biaya telepon, biaya internet, dan biaya-biaya lainnya. Kalo nasabah telat bayar atau masuk golongan NPL, maka pada tahun depan bank tidak memiliki dana sebanyak 75 milyar. Ingat, kalo selain mengembalikan pokok angsuran sebanyak 50 milyar, nasabah-nasabah yang utang di bank tersebut harus membayar bunga angsurannya juga, yaaa kalo digabung semua besarannya 75 milyar. Sehingga bank tersebut, pada tahun depan diprediksi punya uang 125 milyar. Bila 15 milyar untuk biaya-biaya, maka 10 milyar adalah keuntungan bank tersebut. Dan 10 milyar itulah yang digunakan bank untuk mempermewah dirinya. :D
Seperti itulah gambaran kasarnya.

Lha terus nasabah yang seperti apa yang masuk golongan NPL…???
nasabah yang telat. Telatnya itu sebulan. Nah itu sudah masuk NPL. Kalo udah 2 bulan telat bayar, atau gak bayar 2 kali, biasanya bank langsung menerjunkan pasukannya. :D
mereka itu adalah collector atau teller pick service atau tukang nagih utang. :D
jika mereka berhasil, maka denda yang dikenakan pada nasabah yang telat bayar, masuk sebagai komisi mereka itu tadi.

Kenapa kog telat 2 bulan saja sudah ditagih…???
Karena itu sudah cukup untuk menunjukkan gejala seseorang untuk tidak melunasi kreditnya. Dan bila dibiarkan terus dan tidak di-maintenance, maka akan terjadi kredit macet. Dan bila itu terjadi, bank yang akan rugi. 1 nasabah kredit macet aja bank rugi, gimana kalo ribuan nasabah seperti itu. Makanya dibentuklah tim yang khusus untuk mengatasi hal itu. Tim yang khusus menagih nasabah, dan tim yang khusus untuk melakukan peninjauan apakah layak diberikan dana sejumlah itu kepada nasabah tersebut. Nantinya dilakukan evaluasi agar, tidak terjadi lagi nasabah yang telat bayar. Maka dari itu, sehat atau tidaknya bank, tidak hanya dihitung dari berapa milyar atau trilyun bank mengucurkan uangnya kepada masyarakat, tetapi lebih pada berapa persen NPL yang terdapat pada bank tersebut. Dan berapa besaran potensi terjadinya kredit macet.

Nah, bahanya jika suatu bank itu bangkrut, maka akan menular ke bank lain yang disebut dengan rush. Itu terjadi karena terdapat kekhawatiran pada masyarakat, jangan-jangan uang yang disimpan di bank lain yang tidak bangkrut itu, akan hilang, atau bank lain akan mengalami hal yang sama, yaitu collapse. Itu terjadi saat bank century dinyatakan pailit, karena dinyatakan bahwa omzetnya tidak bisa memenuhi utang yang ada pada bank century itu. Saat itu, masyarakat berbondong-bondong untuk mengambil uangnya yang disimpan di bank lain selain bank century. Padahal uang masyarakat tersebut, digunakan bank untuk meminjami orang yang butuh dana alias utang. Nah, bayangkan apa yang terjadi jika masyarakat yang akan melakukan penarikan uangnya, tapi uangnya gak ada di bank karena dibuat meminjami kreditur oleh bank tersebut…???

sayangnya hal yang menarik tersebut tidak terjadi. Karena bank Indonesia telah mengeluarkan dana talangan sebesar 6 trilyun kepada bank century, sehingga bank itu gak jadi pailit dan nasabah tidak panik. Saat itu, gubernur bank Indonesia adalah budiono yang sekarang menjabat sebagai wakil presiden. Dan kemudian waktu itu, dicurigai kalo dana talangan itu, tidak sampai kepada bank century, tetapi menuju ke yang lain. Begitulah pengakuan pemilik bank century itu. Dan akhirnya dibentuklah tim khusus untuk menelusuri kemana dana talangan bank century itu. Bahkan komisi pemberantas korupsipun, turun tangan. Tapi sampai sekarang, ya ndak ketemu tu kemana larinya dana tersebut. Saya juga belum tau kemana dana itu pergi. :D
ya mungkin seperti itulah yang sebenarnya terjadi pada bank century. Gak tau bener atau salah, kira-kira begitu. Lawong saya bukan penyidik KPK kog. :D

Kembali ke npl

Kalo sudah telat bayar 2 kali, kemudian lanjut 3, dan 4, maka jaminan berupa harta benda si nasabah itu sepertinya sudah tidak ada. Ada si sebenernya, tapi udah gak bernilai. Artinya bila jaminannya sepeda motor, pasti tinggal rangkanya dan mesinnya aja. Aksesoris lainnya udah hilang. Kalo tanah jaminannya, mungkin udah dijual ke pihak lain, dan nasabah itu melarikan diri ke luar pulau atau ke luar negeri. Seperti itulah bahanya kalo udah npl. Maka bila ada nasabah yang utang ke bank, biasanya ditelusuri dulu riwayat pinjemnya dulu di bank lain. Biaasanya si keluarganya istri, atau suaminya juga diperiksa. Namanya adalah SID atau kepanjangannya system informasi debitur. Dari sistem informasi debitur itu bisa diketahui orang tersebut kalo pas utang atau kalo saat utang gimana. Lancar atau pernah nunggak atau tidak. Dan data dari bank Indonesia itu, menjadi pertimbangan dalam pemberian uang kepada kreditur. Namun gak semua orang bisa mengakses SID atau sistem informasi debitur. Karena sistem itu terhubung dengan ekstranet dari bank Indonesia, dan itu sifatnya rahasia. Bayangkan saja bila semua orang tau tetangga saya utang 1 trilyun, pasti kalo gak orang itu dibuat bahan pembicaraan di kampung atau kalo gak orang itu bisa dijadikan sasaran perampokan. Makanya rahasia sifatnya. :D

Nah, itulah sebabnya jika anda saat mengajukan kredit tapi kog malah nunggu berhari-hari untuk pencairan atau realisasi, ya itu. Bank sedang mempertimbangkannya untuk anda. Bank harus melacak riwayat pinjam anda di bank lain, harus menilai dan memperhitungkan jaminan anda apakah sesuai dengan besaran utang anda atau tidak, kemudian pekerjaan anda. Apakah dari  pekerjaan anda kemudian anda dapat penghasilan yang bisa membuat anda membayar utang anda. Seperti itulah. Tapi jika 1 bulan tidak juga ditindak lanjuti, ya saatnya anda mengajukan ke bank lain. Ada juga yang prosesnya 1 jam langsung cair. Itu karena bank berani meminjami anda dana sejumlah yang anda mau. Selain itu, dana yang anda ajukan jumlahnya kecil, dan bahkan jauh lebih kecil daripada jaminan anda. Misalkan jaminan mobil lamborgini terbaru dan anda mengajukan utang 1 juta. Ya langsung cair to. :D


dah habis, tagihan warnet ane udah banyak. kalo diterusin, ane gak kuat bayar lagi. hehehehe...



saya cyukupkan sekian. bila ada apa-apa, silahkan komeng dibawah, makasih dan wassalam...


The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.